Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 November 2011

Ekologi

POLA ADAPTASI EKOLOGI
Istilah ekologi berasal dari dari bahasa Yunani. Oekos yang berarti rumah dan logi atau logos berarti ilmu. Ekologi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan lingkunga hidupnya sehingga terbentuk suatu jaringan system kehidupan. Bahwasanya focus utama ekologi terletak pada bagaimana berbagai komponen kehidupan saling terkait membentuk jarring-jaring kehidupan.
Lingkungan hidup suatu mahluk adalah ruang dimana sluruh unsur-unsur yang bersifat tak hidup  atau abiotik saling berinteraksi secara kompleks dengan semua yang hidup atau biotic yang mempengaruhi kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya. Beberapa fungsi lingkungan hidup, yaitu : lingkungan hidup adalah pemasok sumber daya alam, sebagai pendukung sisten kehidupan, mempunyai kemampuan asimilasi limbah, dan sebagai pemasok kenyamanan dan keindahan alam.
Pada dasarnya ekologi manusia bersifat dinamis berlangsung terus menerus, dan spesifik menurut ruang dan waktu. Ada tiga teori tentang pola adaptasi ekologi, yaitu determinisme lingkungan, possibilisme lingkungan, dan ekologi budaya. Determisisme lingkungan merupakan kebudayaan suatu masyarakat yang terbentuk sebagai akibat dari kondisi lingkungan fisik atau alam. Possibilisme lingkungan memandang bahwa lingkungan bukanlah factor penentu sebagaimana dimaksud dalam pendekatan diterminisme, melainkan sebagai penapis, penyaring bagi terbentuknya unsur budaya tertentu. Seluruh kebudayaan tidak mesti dipengaruhi oleh alam. Menurut Steward tidak ada kebudayaan yang terbentuk secara linier atau mengikuti kebudayaan yang ada pi masyarakat. Menurut Steward ada beberapa inti kebudayaan, yaitu 1) teknologi yang dikembangkan sebagai sarana eksploitasi sumber daya alam; 2) pola perilaku yang terkait dengan teknologi eksploitasi sumber daya alam; dan 3) faktor demografi, pola permukiman, struktur kekerabatan, tata guna tanah, dan tenurial; yang merupakan unsur-unsur dimana kebudayaan berinteraksi dengan alam.


Jamur / Fungi

A.Pengertian Jamur
Jamur adalah makhluk hidup Eukariota bersel 1/ nulti seluler yang bersifat heterotrof dengan cara menyerap zat organic dari lingkungan.

Ciri-ciri & Struktur Jamur
1)Bersifat eukariotik, dinding sel umumnya tetapi atas selulosa/zat kitin.
2)Tidak berklorofil estrogen bersifat heteroturof
3)Jamur bersel banyak (multi seluler) tubuhnya terdiri aras benang-benang yang yang disebut hifa.
4)Hidup pada tempat yang lembab mengandung zat organik, bersifat asam dan kurang cahaya matahari.

Kingdom fungi dibagi menjadi lima divisi yand berbeda dakam hal struktur hifa dan struktur penghasil spora. Kelima divisi tersebut adalah :
1.Divisi Zygomycota
2.Divisi Ascomycota
3.Divisi Basidionycota
4.Divisi Deuteromycota
5.Divisi Mycophycophyta

B.Klasifikasi Jamur
1.Zigomycotina
Kelas Zygomycetes
Jamur ini dinamakan Zygomycetes karena membentuk spora istirahat yang berdinding tebal yang disebut zygospora. Zygospora merupakan hasil peleburan menyeluruh antara dua gametangium yang sama atau berbeda.

a.Struktur Tubuh
Miseliumnya bercabang banyak dan hifanya tidak bersekat-sekat (bersifat senositik). Septa ditemukan hanya pada saat sel reproduksi terbentuk. Miselium pada Rhizopus mempunyai tiga tife hifa, yaitu:
1)Stolon; hifa yang membentuk jaringan pada permukaan substrat (misalnya roti).
2)Rhizoid; hifa yang menembus subtrat dan berfungsi sebagai jangkar untuk menyerap makanan.
3)Sporangiopor; hifa yang tumbuh tegak pada permukaan substrat dan memiliki sporangia globuler (berbentuk bulat) diujungnya.

b.Cara reproduksi
Zygomicetes dapat bereproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi secara aseksual adalah dengan spora yang dihasilkan oleh sporangium. Reproduksi seksualnya secara konjungsi.

2.Ascomycotina
Divisi ini bercirikn talus yang terdiri dari miselium bersepta. Reproduksi seksual membentuk askospora di dalam askus. Ada yang hidup sebagai parasit, yang menimbulkan panyakit pada tumbuhan.

Bentuk askus ada bermacam-macam, antara lain:
a.Askus tanpa askokarp
b.Askus yang askokarpny berbentuk deperti mangkok disebut aposetium.
c.Askus yang askokarpnya berbentuk bola tanpa ostiulum disebut kleistotesium.
d.Askus yang askokarpnya berbentuk botol dengan leher dan memiliki ostiulum disebut peritesium.

Ada bermacam-macam askus tersebut digunakan sebagai dasar klasifikasi tingkat kelas.
1)Kelas Hemiascomycetes
Kelompok jamur ini tidak membentuk askokarp, tidak mempunyai hifa, tubuhnya terdiri dari sel bulat atau oval yang dapat bertunas sehingga terbentuk rantai sel atau hifa senu. Contoh anggota Hemiascomycetes adalah khamir Saccharomyces.
Beberapa jenis Saccharomyces antara lain:
1)Saccharomyces cerevisiae, khamir roti atau khamir bir, juga disebut khanir raja yang berguna dalam pembuatan roti dan alcohol.
2)tuac, bekerja mengubah air nira(legen) menjadi tuak.
3)Saccharomyces ellipsoideus, mempermentasi buah anggur menjadi anggur manuman.

2)Kelas Plectonycetes
Kelas ini bercirikan adanya askokarp berbentuk bola yang disebut kleistotesium. Kelompok ini ada yang saprobe, parasit atau hipeparasit.
Yang termasuk kelas Plectomycetes adalah Aspergillus dan Penicillium. Reproduksi aseksual kedua jamur ini adalah dengan pembentukkan konnidium dalam rantai pada konidiofor. Sedangkan reproduksi seksualnya dengan spora yang dibentuk dalam askus. Askus-askus tersebut berkumpul dalam suatu badan yang disebut askokarp.
a.Aspergillus
Aspergillus hidup sebagai saproba pada bermacam-macam bahan organik, seperti pada roti, daging yang sudah diolah, butiran padi, kacang-kacangan dan lain-lain. Koloninya berwarna abu-abu, hitam, kuning atau cokelat.
Jenis-jenis Aspergillus antara lain:
1) Aspergillus fumigates, bersifat parasit yang menyebabkan penyakit pada saluran pernapasan unggas
2)Aspergillus flavus, penghasil flatoksin yang diduga sebagai penyebab penyakit kanker hati. Kapang ini benyak terdapat pada kacang tanah dan makanan yang terbuat darinya.
3)Aspergillus niger, menghasilkan asam sitrat.
4)Aspergillus oryzae, untuk merombak zat pati dalam pembuatan minuman berakohol.
5)Aspergillus nidulan, parasit pada telinga menyebabkan outomikosis.
6)Aspergillus soyae, untuk pembuatan kecap.


b.Penicillium
Kapang multiseluler ini mempunyai miselium bersekat-sekat. Ujung konidiofornya tidak melebar melainkan bercabang-cabang tadi.
Penicillium, banyak terdapat pada bahan-bahan organik dan sebagai saprofit, misalnya sebgai berikut:
1)Penecillium notatum dan P. chrysogenum penghasil zat antibiotik (penisilin) yang ditemukan tahun 1929 oleh Alexander Fleming.
2)Penecillium cammemberti dan P. requefort dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas keju.
3)Penecillium italicum dan P. digitatum perusak buah jeruk masing-masing dinamai juga kapang biru dan kapang hijau.
4)Penecillium axpansup, menyebabkan buah apel membusuk ditempat penyimpanan.
5)Penecillium islandicum merusak beras sehingga menjadi kuning, maka disebut “Yellow rice”

3)Kelas Pyrenomycetes
Ciri khas yang dimiliki adalah askokarp berbentuk khusus yang dilengkapi dengan ostiolum (lubang untuk melepas askus dan askospora). Tubuh buah seperti itu disebut peritesium, yang dapat berwarna cerah atau gelap.

3. Basidiomycotina
Divisi ini sebagian besar makroskopis dan sering dijumpai ditanah dan di hutan. Ciri utamanya ialah hifa septat dengan sambungan apit (clamp connection); spora seksualnya terbentuk pada basidium yang berbentuk ganda.
Divisi ini terdiri dari beberapa kelas, di antaranya ialah kelas Hymemomycetes, ordo Agaricales, family Agaricaceae, yang mencakup jamur-jamur berlamela atau memiliki keping lipatan. Ciri-ciri jamur ini antara lain: berdaging, saprobe, tubuh buah seperti payung, tetapi pada beberapa spesies tangkainya asimetris, pendek bahkan tidak bertangkai. Basidiospora terdapat di permukaan lamella atau bilah yang terbentuk di bagian bawah tudungnya. Contoh terkenal dari agaricaceae ini adalah Vovariella volvacea (jamur padi, jamur dami).

4.Deuteromycotina
Divisi terakhir ini disebut juga fungi imperfecti karena belum diketahui adanya reproduksi seksual, hifa septat atau uniseluler.
a.Cara reproduksi
Reproduksi jamur ini secara aseksual dengan menghasilkan konidia atau menghasilkan hifa khusus disebut konidiofor.

b.Cara Hidup
Jamur ini bersifat saprofit di banyak jenis materi organic, sebagai parasit pada tanaman tingkat tinggi, dan perusak tanaman budidaya dan tanaman hias. Contoh klasik jamur ini di Indonesia dalah Monilia sitophila, yaitu jamur oncom.

Jamur ini umumnya digunakan untuk pembuatan oncom dari bungkil kacang

5.Mycophyciphyta
Liken atau lumut kerak biasanya dianggap sebagai kelompok khusus, walaupun pada dasarnya merupakan asosiasi simbiosis antara jamur mikobion dan ganggang fikobion.
Menurut bentuknya lumut kerak dapat dibagi menjadi 3 kelompok:
1.Krustos (Seperti kerak), misalnya Graphis, seperti coret-coret kecil yang panjang di pepohonan.
2.Folios (seperti daun), misalnya Umbellicaria, Parmelia yang tumbuh pada bebatuan.
3.Fruktikos (seprti semak), misalnya Usnea longgisima disebut janggut resi yang dapat mencapai beberapa meter panjangnya.
Manfaat liken: sebagai makanan hewan,sebagai bahan pewarna dan penyamak, digunakan dalam industry parfum, simber litmus yang digunakan dalam laboratorium kimia, juga sebagai indicator tingkat polusi.

C.MIKROZA
Jamur yang hifanya bersimbiosis dengan akar suatu tanaman disebut mikroza. Jamur tersebut biasanya dari golongan Zygomycotina, Acomycotina, Basidiomycotina.
Ada dua tipe Mikroza yaitu ektomikoriza dan endomikoriza.
a. Ektomikoriza
Jamur ini tubuh buahnya seperti payung, bola/bulat, hifanya hanya menembus epidermis saja tidak sampai menembus korteks.
Contoh: Jamur ektomikoriza yang bersimbiosis dengan tanaman pinus, bentuknya seperti payung
b.Endokikoriza
Jamur ini bersimbiosis pada akar yang hifanya menembus sampai pada sel-sel korteks. Pada tanaman polong-polongan jamur ini dapat merangsang pertumbuhan bintil-bintil akar yang bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium.

Jamur adalah makhluk hidup eukariota bersel satu atau multiseluleer, dan bersifat heterotrof dengan cara menyerap zat organik dari lingkungan. Jamur ada yang bersifat menguntungkan dan ada yang bersifat merugikan. Basidiomycota seperti jamur kuping dan jamur merang dapat dimakan. Beberapa anggota Ascomycota seperti Penicillium menghasilkan antibiotika. Jamur yang belum diketahui reproduksi seksualnya dikelompokkan dalam divisi Deuteromycota.


Daftar Istilah
1.Askokarp : Tubuh buah yang berisi askus (kantung).
2.Askospora : Spora yang berada dalam askus.
3.Askus : Penghasil Askospora pada jamur Ascomycetes
4.Basidiokarp : Tubuh buah Basidiomycetestempat basidium berkumpul.
5.Basidiospora : Spora yang berada dalam basidium.
6.Basidium : Penghasil basidiospora pada jamur Basidiomycetes.
7.Haustoria : Hifa pada jamur parasit untuk penetrasi pada sel inang.
8.Konidium : Tempat pembentukan konidia (spora aseksual) pada Ascomycetes
9.Miselium : Kumpulan hifa jamur yang berfungsi menyerap bahan organik dari lingkungan tempat hidup jamur.
10.Oospora : Sel telur yang telah dibuahi dan membentuk dinding tebal.
11.Saproba : Organisme yang hidup pada bahan-bahan mati / busuk.
12.Sel Dikariotik : Sel yang memiliki dua mukleus, biasanya disebabkan
karena penggabungan sel. Biasanya pada hifa.
13.Zigospora : Spora hasil persatuan dari dua hifa yang berlainan jenis (Zonjugasi).
14.Zoospora : spora kembara, spora yang memiliki flagella.

Invertebrata

   Invertebrata/Avertebrata adalah kelompok hewan yang tidak memiliki tulang belakang dengan anggota Protozoa, Porifera atau hewan berpori, Coelenterata atau hewan berongga, Platyhelminthes/cacing pipih, Nemathelminthes/cacing gilik, Annelida/cacing gelang, Mollusca/hewan lunak, Arthropoda/hewan beruas-ruas, Echinodermata/hewan berkulit duri.

PROTOZOA
Tubuh terdiri satu sel, ukuran 3-1000 mikron, eukariotik, habitat ditempat yang basah, sebagai zooplankton di perairan, protozoa hidup soliter atau berkoloni. Protozoa dibagi menjadi empat kelompok yaitu Rhizopoda/sarcina, Flagellata atau Mastigophora, Ciliata, dan Sporozoa.

Rhizopoda (Sarcina)
Contoh Rhizopoda antara lain Amoeba, Arcella, Foraminifera, Difflugia, Radiolaria. Amoeba mempunyai pseudopodum (kaki semu) sebagai alat gerak, bentuk tidak tetap, membran sel sangat tipis dan bersifat elastis disebut plasmolema, vakuola makanan untuk mencerna makanan, vakuola kontraktil untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme dan osmoregulasi. Amoeba mengambil makanan dengan fagositosis, reproduksi dengan vegetatif yaitu membelah diri. Habitat amoeba ada dua jenis ektoameba dan entameba. Ektoameba di luar tubuh contohnya Amoeba proteus, entameba di dalam tubuh. Entameba ada tiga yaitu entameba gingivalis di dalam mulut, entameba coli diare di dalam usus besar, entameba histolytica disentri di dalam usus halus.

Arcella kerangka luar tersusun dari zat kitin. Foraminifera terdiri dari silika/zat kapur, fosilnya sebagai petunjuk dalam pencarian sumber minyak bumi, genus yang terkenal yaitu Globigerina. Difflugia kerangka luar mengeluarkan selaput lendir dan menyebabkan adanya butir-butir pasir halus dan benda lain dapat melekat. Radiolaria banyak duri dari zat kitin dan stronsium sulfat yang akan mengendap di dalam perairan membentuk endapan disebut lumpur radiolaria, sebagai bahan penggosok, bahan dinamit/peledak. Contoh Acanthometron dan Collospaera.

Flagellata (Matigophora)
Habitat di air tawar, air laut dan ada juga yang parasit di dalam tubuh manusia (hewan). Flagellata dibagi menjadi dua yaitu Fitoflagellata dan Zooflagellata. Fitoflagellata dapat melakukan fotosintesis dibagi menjadi tiga berdasarkan sifatnya yaitu halofilik mengubah zat anorganik menjadi organik (seperti tumbuhan), holozoid mampu memakan zat organik sebagai makanannya (seperti hewan), saprofitik memanfaatkan organisme yang telah mati. Fitoflagellata dibagi menjadi tiga kelompok yaitu Euglenoida, Dinoflagellata, dan Volvocida. Euglenoida tidak memiliki kloroplas (astasia), lapisan luar berupa pelikel tersusun oleh sitoplasma padat mengandung protein, contohnya Euglena viridis gerakannya disebut euglenoid. Dinoflagellata contohnya Noctiluca miliaris akan memancarkan sinar/cahaya bila terkena rangsang mekanik ketika air kena karangn, memiliki 2 flagel yang tidak sama panjangnya. Volvocida contohnya Volvox globator setiap satu sel memiliki 2 flagel, ada yang bersifat soliter dan ada yang berkoloni.

Zooflgellata flagella yang tidak berkloropas dan meyerupai hewan, hidupnya parasit. Contohnya Trypanosoma dan Leishmania. Trypanosoma bentuk tubuh pipih panjang seperti daun, hidupnya melekat disel lambung (mengisap darah manusia, hidup di dalam darah merah/darah putih), memiliki dua bentuk yaitu berflagel pada fase ekstraseluler, dan tidak berflagel pada fase intraseluler. Jenis-jenis Trypanosoma yaitu T. lewis pada tukus hospes perantaranya kutu tikus, T. evansi penyakit sura/malas pada ternak hospes perantara lalat tabanus, T. brucei penyakit nagono pada ternak hospes perantaranya lalat tse-tse, T. gabiensi dan T. rhodosiensis penyakit tidur pada manusia perantaranya lalat tse-tse, T. cruzi penyakit cagas (anemia pada anak-anak). Leishmania penyakit pada sel endotelium, pembuluh darah. Endotelium sel epitelium yang melapisi jantung pembuluh darah dan pembuluh limfa. Jenis-jenis Leishmania ada tiga yaitu L. donovani penyakit kalaazar perantaranya lalat pitak (tabanus) ditandai dengan demam dan anemia di Mesir dan India, L. tropica penyakit kulit di Asia dan Amerika selatan, L. brasilliensis penyakit kulit di Meksiko dan Amerika Tengah. Infeksi karena Trypanosoma disebut Trypanosomiasis dan karena Leishmania disebut Leishmaniasis.

Ciliata (Infusoria)
Ciliata berukuran mikroskopis 3 mm tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, ditandai dengan adanya organ silia (bulu getar untuk mencari makan). Berbentu asimetris, lepisan luar berupa pelikel, mempunyai dua tipe inti sel yaitu makronukleus dan mikronukleus, vakuola kontraktil menjaga keseimbangan air di dalam tubuhnya, memiliki mulut/sitosom. Ada 2 macam mulut pada ciliata berupa mulut membran berombak/membran yang bergerak merupakan silia yang menyatu dalam barisan panjang dan mulut membran yang berupa barisan pendek dari silia yang bersatu membentuk piringan. Fungsi silia pada mulut menghasilkan aliran makanan dan mendorong partikel makanan menuju sitofaring. Contohnya Paramecium, Stentor, Didinium, Vorticella, Stylonichia dan Balantidium coli.

Paramecium tubuhnya dilapisi pelikel, reproduksi vegetatif dengan membelah diri jika tidak mampu dengan konjugasi dan generatif. Stentor bentuk seperti terompet dan menetap. Didinium predator ekosistem perairan pemangsa Paramecium. Vorticella bentuk seperti lonceng bertangkai panjang dengan bentuk lurus atau spiral dilengkapi dengan silia. Stylonichia seperti siput silianya berkelompok banyak ditemukan pada permukaan daun yang terendam air. Balantidium coli hidup di kolon manusia dan dapat menimbulkan balantidiosis (gangguan pada perut).

Sporozoa
Reproduksi secara vegetatif terjadi pada tubuh si penderita malaria yang disebut skizogoni, sporogoni terjadi pada tubuh nyamuk. Hidupnya parasit pada sel darah, tidak memiliki alat gerak (mengikuti aliran darah). Contohnya Plasmodium. Jenis-jenis Plasmodium: P. falciparum penyakit malaria tropika, P. Vivax penyakit malaria tertina, P. malariae penyakit malaria kuartana, P. ovale penyakit limpa.

Siklus hidup Plasmodium sebagai berikut :
Bila nyamuk Anopheles menghisap darah mengeluarkan zat anti pembekuan darah untuk menjaga agar darah korban tidak membeku (zat antikoagulan). Mengeluarkan sporozoit dari mulut nyamuk dan masuk kedalam luka gigitan ditubuh korban. Sporozoit masuk di dalam sel-sel parenkima hati fasenya eksoeritrositair (selama 3 hari). Sporozoit keluar menyerang sel-sel darah dan memasukinya. Tropozoit (di dalam sel-sel darah merah) fasenya erisoeritair. Tropozoit membelah menjadi merozoid disebut skizogoni. Merozoid pecah membentuk gametosit. Gametosit menjadi gamet jantan dan betina disebut gamogoni, terjadi fertilisasi menjadi zigot, zigot menjadi ookinet (gelembung yang berbentuk seperti cacing). Ookinet menerobos dinding usus dan perut nyamuk, ookinet menjadi oosista. Oosista menjadi sporozoit yang secara sporogoni dan sporozoid menjadi kelenjar liur nyamuk untuk ditularkan lagi.

Virus dan Monera


      Virus dan monera bantak sekali menimbulkan berbagai gangguan penyakit kepada manusia. Banyak gangguan penyakit yang diakibatkan oleh organisme ini dari penyakit yang ringan sampai penyebab kematian dan mewabah seperti flu babi, antrak dll
                            


VIRUS
virus berasal dari bahasa latin yang berarti beracun.Hal ini disebabakan karena banyak sekali penyakit yang disebabkan oleh virus. Selain itu banyak juga virus yang menyebabkan penyakit pada tumbuhan. Ukuran virus sangat kecil di ukur dalam mu (milimikron).Apakah virus itu makhluk hidup?
Apabila virus berada di luar sel hidup,maka virus sebagai makhluk tak hidup.Akan tetapi bila berada di dalam sel hidup,virus dapat dikatakan makhluk hidup.
BAKTERI
Struktur bakteri masih sederhana,tetapi bakteri mempunyai peranan yang sangat penting.Bakteri merupakan mikroorganisme bersel satu prokariotik dan umumnya tanpa klorofil,karena itu bersifat heterotrof.Bakteri yang berklorofil mempunyai daya serap maksimum pada cahaya infra merah.Oleh karen itu merupakan bakteri fotoautotrof atau bakteri yang berfotosintetik.Terdapat tiga macam bentuk dasar tubuh bakteri yaitu kokus(bulat),basilus(batang),spirillum(spiral).